oleh

Astaga! Gadis Ini Digagahi 2 Pria, Satu Pelaku Masih Buron

RAKYATEMPATLAWANG.COM – ATS warga Kota Lahat, nampaknya bakal menghabiskan separuh masa mudanya di balik jeruji besi bersama sekumpulan narapidana. Pemuda berusia 18 tahun ini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, karena merenggut paksa mahkota Mawar (bukan nama sebenarnya), gadis berusia 11 tahun.

Kejadian itu bermula, Sabtu (26/7/2021) lalu.  Saat itu Mawar sedang tidak berani pulang ke rumah orang tuanya, lantaran takut dimarah karena tidak berhasil naik kelas. Mawar yang saat itu tengah tersesat berjalan sendirian di Kelurahan Pasar Lama, tiba-tiba dihampiri oleh dua pemuda berinisial ATS dan AF (DPO).

Dengan iming-iming ingin menolong, karena hari sudah larut malam. Mawar akhirnya menuruti dibujuk ATS dan AF untuk bermalam di kediaman ATS. Mawar yang masih polos rupanya tertidur pulas, namun sayangnya iblis yang sejak awal merasuki ATS dan AF mulai meminta lebih.

AF pun beraksi, ia langsung membekap mulut dan memegangi tangan Mawar, hingga melakukan perbuatan tidak terpuji. Melihat hal yang dilakukan AF, tersangka ATS pun meminta ikut melakukan hal serupa.

“Kejadiannya sekitar pukul 04.00 WIB. Tidak ada hubungan antara korban dan tersangka, baru kenal. Kejadiannya di depan ruang TV rumah tersangka ATS,” terang Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono didampingi AKP Kurniawi H Barmawi melalui Kanit Pidkor, Hendra Tri Siswanto, Senin (11/10/2021).

Kejadian ini terbongkar, setelah keberadaan Mawar sehari sebelumnya yang dikabarkan tidak pulang ke rumah diketahui oleh tetangga korban. Mawar akhirnya dijemput pulang oleh keponakannya. Setelah sampai di rumah, Mawar membeberkan hal-hal yang dialaminya. Mendengar pengakuan Mawar, orang tua Mawar langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Lahat.

“Tersangka ATS ditangkap di rumahnya, sedangkan tersangka AF masih buron. Tersangka ATS sudah kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri Lahat. Berkasnya sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU),” ujar Hendra.

Atas perbuatannya, ATS dijerat Pasal 81 ayat (1) (2) dan atau Pasal 82 ayat (1) UU RI No 17 Tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No 01 Tahun 2016, tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak. Dengan pidana penjara paling lama 15 tahun. (her/lahatpos.co/sumeks.co network)

Komentar

BACA JUGA