oleh

Diduga Salah Tangkap, Emak-emak Minta Keadilan ke Propam Polda Sumsel

 RAKYATEMPATLAWANG.COM – Setelah tiga orang emak-emak mendatangi Yanduan Bid Propam Polda Sumsel, Senin (22/1) siang empat orang ibu juga mendatangi tempat yang serupa.

Empat orang ibu-ibu itu berharap keadilan atas dugaan tindakan salah tangkap anggota keluarga mereka yang dilakukan oleh anggota Unit Reskrim Polsek Ilir Timur (IT) I.

“Kami mendatangi Polda Sumsel untuk meminta keadilan, tetapi malah ditangkap hingga menjalani persidangan dan akhirnya divonis 2 tahun penjara,” ujar Hafidah (54), ibu dari Nopri Febrian (32), satu dari tiga pelaku kasus penjambretan kepada wartawan, Senin siang.

Ketiga anak mereka ditangkap oleh personel gabungan Satreskrim Polrestabes Palembang dan Unit Reskrim Polsek IT I yang terjadi pada 1 Juli 2021 lalu.

Selain tersangka Nopri, kedua pelaku lain yang ikut diamankan yakni Fran Sinarta (25), warga Jl Letnan Hadin, Kelurahan 20 Ilir D-II,I Kecamatan IT I dan Riki Pandawa Putra (20), warga Jl Dwikora II, Lr Puding, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan IT I, Palembang.

Menurut Hafidah, saat ditangkap anaknya sedang sakit tiga hari sebelumnya mengalami laka lantas.

“Padahal jelas dari rekaman kamera CCTV yang sempat ditunjukkan dan viral di media sosial itu bukan anak saya tetapi orang lain. Dan sudah kami tunjukkan ke polisi buktinya tetapi tak digubris,” terang Hafidah.

Diakui juga oleh Herlina (43), ibu dari Riki, terkait kasus ini mereka juga sempat meminta bantuan kepada salah seorang pengacara untuk mengajukan pra peradilan dari kasusnya.

“Sudah bayar pengacara itu Rp9 juta, tapi malah di pengadilan bukti kami dianggap palsu. Padahal setengah mati kami kumpulkan uang untuk bayar pengacara. Setelah kalah di pengadilan, pengacara yang kamis sewa malah pergi,” ungkap Erni.

Terkait hal tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Hermanto, MH didampingi Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rudi Setiawan saat ditemui usai salat di Masjid Mapolda Sumsel mengaku pihaknya akan terlebih dulu menanyakan perihal kasus tersebut ke Propam Polda Sumsel.

“Nanti coba kita mintakan dulu bagaimana kronologis kasusnya, seperti apa. Apalagi sudah divonis ini,” kata Rudi, kepada awak media yang sengaja menunggunya, Senin siang.(sumeks.co)

Komentar

BACA JUGA