oleh

Diduga Terindikasi Terkena Hama dari Perusahaan, Kebun Sawit Warga Banyak yang Mati

RAKYATEMPATLAWANG.COM – Pemilik kebun sawit di Kabupaten Musi Rawas yang berada di sekitaran PT Dendy Marker mengeluh, pasalnya kebun milik warga banyak yang mati, karena terindikasi hama dari perusahaan tersebut yang pindah ke kebun milik warga karena sedang replanting.

Kebun sawit milik warga di sekitaran perusahaan tersebut mulai di serang hama dalam satu bulan terakhir ini. Menurut warga hama yang menyerang kebun mereka berjenis hama Oryctes rhinoceros atau yang sering disebut kumbang tanduk/badak merupakan salah satu hama utama pada tanaman kelapa sawit.

Hama Oryctes rhinoceros menyerang tanaman kelapa sawit yang baru ditanam sampai tanaman tua. Pada areal peremajaan (replanting), serangan hama Oryyctes rhinoceros dapat mengakibatkan tertundanya masa produksi kelapa sawit.

Edy S (40) Salah seorang warga pemilik kebun sawit mengatakan akhir akhir ini sawit miliknya mengalami sakit sakitan hingga mati secara bertahap.

“Di tengah kesulitan buah karena musim trek, pokok sawit di serang hama, bahkan sudah 5 batang mati,”katanya

Ia menduga hama Oryctes rhinoceros/kumbang tanduk datang dari kebun milik perusahaan Dendy Marker yang sedang menjalankan peremajaan (replanting), sehingga hama tersebut pindah ke kebun milik warga sekitar.

“Mereka kan melakukan replanting, kemudian batang sawit mereka tanam dalam tanah, hamanya pindah ke sawit milik warga.”Ujarnya

Pemilik kebun sawit lain, Ipung menyampaikan hampir keseluruhan pokok sawit mengalami sakit, satu persatu dahan terkulai, layu dan mati.

“Kami melakukan pencegahan dengan memberi racu berjenis marshal. Karena pohonya cukup tinggi membuat kami kesulitan memberikan racun, harus menggunakan tangga,”katanya

Ia menyampaikan bagi warga yang kebun sawit sedikit dapat di lakukan dengan tangan sendiri, namun bagi warga yang kebun sawit cukup banyak harus mencari pekerja. “Upah pekerja yang memberi racun pada saiwt 1 juta perhektar, karena tidak sanggup dilakukan sendiri,”bebernya.

Kabid Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Perikanan Sri mengatakan, belum menerima laporan dari warga yang memiliki kebun sawit. Sehingga belum tahu kebun sawit warga yang mana terkena hama.

“Silakan lapor ke penyuluhan tani kami, atau langsung ke Dinas, kami bisa melakukan cross check ke lapangan.”ucapnya singkat. (hnk)

Komentar

BACA JUGA