oleh

Jaga dan Pertahankan Budaya Kearifan Lokal

Rakyatempatlawang com – Dihadapi dengan aktivitas yang padat, tak menjadi halangan bagi Syahirul SP yang kini menjabat sebagai Lurah Karang Dalo, Kecamatan Dempo Tengah, untuk terus melestarikan seni bala diri kuntau, kepada para generasi muda di Kota Pagaralam.

Ini dilakukan Syahirul, merupakan bagian dari pelestarian budaya khas melayu, yang sudah ada sejak jaman penjajahan dahulu. “Mempelajari seni bela diri kuntau, sudah sangat lama sekali. Dan untuk menjaga peninggalan budaya ini, saya pun mengajarkannya kepada para generasi muda,” ungkap Syahirul.

Menurut Syahirul apa yang dilakukannya, tidak lain untuk menjaga peninggalan budaya, serta bentuk kearifan lokal, yang harus terus tetap dipertahankan, agar generasi penerus tahu dan mengenal warisan budaya, bahwa Pagaralam juga memiliki seni bela diri khas melayu atau memang dari Sumatera.

“Seni Bela Diri Kuntau adalah seni bela diri tradisional, yang memiliki gerakkan-gerakkan mematikan, berbeda dengan seni bela diri lainnya, tapi inilah yang dilatih untuk meyerang musuh atau lawan secara mematikan dan ini digunakan dulu oleh nenek moyang kita untuk mengusir penjajah,” jelasnya.

Namun, kata Syahirul, diyakini dengan mempelajari kuntau akan dapat membentuk karakter dan tingkah menjadi rendah hati, tenang dan tidak sombong. “Dan tidak mudah mempelajarinya, untuk menguasai satu gerakkan saja bisa berbulan-bulan bahkan tahun bisa menguasainya,” ungkapnya.

Syahirul menambahkan, untuk saat ini tak banyak generasi yang mau mempelajari Kuntau. “Untuk itu saya mencoba tetap melestarikan dan mengenalkannya kepada orang terdekat saya terlebih dahulu. Saat ini, saya bersama 3 orang rekan melatih 8 anak-anak muda, yang semuanya perempuan untuk berlatih Kuntau, terhitung sudah 1,5 tahun kami belajar,” jelasnya.

Untuk tetap menjaga bahwa ini adalah warisan budaya dan seni bela diri tradisional dari leluhur, sambung Syahirul, pihaknya coba menampilkannya dalam sebuah acara, misal ketika ada hajatan.

“Kami ingin tegaskan bahwa seni bela diri Kuntau masih ada, memang ada dan kami akan tetap menjaganya, kita sajikan dalam pagelaran seni, ada nilai budayanya. Jika memungkinkan nanti kita akan buka kelas,” pungkasnya. (Reri)

Komentar

BACA JUGA