oleh

Joncik : “Optimis Pemilu 2024 PAN Lolos Parliamentary Theesholf”

RAKYATEMPATLAWANG.COM – Meski sejumlah lembaga survei yang ada, menyatakan Partai Amanat Nasional (PAN) saat ini elektabilitasnya sangat kecil,dibawah 3 persen namun PAN Sumatera Selatan (Sumsel) optimis pada Pemilu 2024 mendatang tetap lolos parliamentary thersholf (PT) atau ambang batas di parlement yang ditetapkan minimal 3 persen.

Menurut Sekretaris DPW PAN Sumsel Joncik Muhammad, berkaca dari pemilu legislatif (Pileg) yang sudah diikuti PAN sebanyak 4 kali sejak era reformasi hingga 2019 lalu.
“Memang hasil survei dari lembaga survei yang ada, setiap sebelum pemilu selalu menunjukkan PAN masih dibawah PT dibawah 3 persen, dari dulu- dulu itu tapi nyatanya PAN selalu lolos,” kata Joncik ketika ditemui di DPRD Sumsel, Jumat (8/10).

Bupati Empat Lawang ini pun menambahkan hasil Pileg yang ada PAN selalu menjadi partai tengah dalam perolehan suaraya, mulai dari tahun 2004 selalu diatas 6 persen sampai sekarang, hingga puncaknya 2014 lalu sekitar 6,7 persen.

“Artinya, jangan- jangan yang survei yang salah, meski selalu beragumentasi ada margin error tetapi kenapa errornya keatas bukan kebawah. Kalau betul- betul survei ini bisa dapat dipercaya atau dipertanggung jawabkan maka margin errornya kebawah bukan keatas, tapi ini selalu keatas PAN dan berlangsung setiap pemilu,” katanya.

Menurut pria yang juga menjabat Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumsel ini pun tidak mau berpikiran negatif terkait kinerja lembaga survei yang ada tersebut, dan kemungkinan sampling yang diambil lembaga survei buka ditempat suara PAN selama ini.

“Kalau saya selaku kader PAN, saya menyakinkan betul hasil survie itu tidak mencerminkan gambaran konstetuen PAN, mungkin metodenya sudah benar tapi samplingnya tidak menggambarkan konstetuen PAN selama ini, karena PAN 4 kali ikut pemilu dan selalu naik suaranya,”ungkapnya.

Meski begitu, mantan ketua Komisi II DPRD Sumsel menganggap hasil survei itu, bisa menjadi semangat bagi kader PAN yang ada khususnya di Sumsel, untuk terus bekerja demi kepentingan rakyat.

“Jadi sebagai sekretaris DPW dan kader PAN sejak berdiri, bagi saya survei itu penting dan sebagai cambuk bagi kader- kader PAN kedepan, tapi jangan kita terbelenggu sebab bukan fakta dilapangan, dan yag pasti kader PAN harus bergerak, berikan yang terbaik bagi masyarakat sehingga yakin lolos PT nanti. Saya yakin ini, setelah beberapa pemilu suara PAN selalu diatas 6 persen,”jelasnya lagi.

Selain itu, Joncik pun yakin pemilih PAN akan tetap ada dan ia memprediksi malahan bertambah, meskipun terdapat mantan kader PAN yang mendirikan partai Ummat besutan Amien Rais.

“Kehadiran partai Ummat memang ada beberapa kader PAN keluar dan bergabung kesana, tetapi yang masuk ke PAN juga banyak, dimana mata pilih PAN juga jelas, dan saat konsolidasi, kita ingatkan kader PAN harus tahu jika PAN ini posisinya ditengah tidak kekiri, ataupun kekanan dan harus paham. Sehingga yang beririsan dengan suara PAN itu pasti PKS, PKB, Demokrat, kalau PDIP tidak mungkin dan kader harus paham dan siapa jadi sasaran PAN, sedangkan partai Ummat cenderung kekanan, tapi PAN ini nasionalis dan religius,”tandasnya.

Dengan keyakinan yang ada menurutnya PAN tetap akan ada pemilih dan tidak melihat dari agamanya, mengingat selama ini suara PAN merata dari Sabang sampai Merauke.

“Jadi, jangan heran di Papua kursi DPR RI dapat 2 kursi padahal daerah iru mayoritas nasrani, dan PAN jadi pemenang,”bebernya.

Untuk di Sumsel sendiri, Joncik menyatakan PAN tetap menargetkan bisa memberikan konstribusi untuk nasional nantinya agar masuk 5 besar, dengan minimal meraih dua kursi di senayan dan untuk tingkat DPRD Sumsel meraih 10 kursi.

“Target PAN masuk 5 besar, di provinsi semua Dapil harus terisi, dan Pilkada nanti karena PAN sudah memiliki 2 kursi kepala daerah, kedepan harus ditambah dari 17 Kabupaten/ kota yang ada, minimal separuh dari 17 daerah yang ada,” katanya.
Dalam mewujudkan hal itu, pihaknya terus melakukan roadshow keliling ke daerah- daerah, dengan memperioritaskan kader 24 karat (murni) PAN yang potensial untuk dimajukan kedepan.

“Saya sering berdebat jika ada anggapan tidak yakin, seperti di PALI meski kalah itu tetap untuk kepentingan partai bukan untuk dagang sapi,dimana sasaran terakhir untuk kesejahtreraan masyarakat dan itu sudah jadi arahan ketum PAN,” katanya.

Sebelumnya,Lembaga Survei Survei Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan,PDIP masih menjadi partai teratas dipilih masyarakat nantinya,disusul partai Golkar, PKB, Gerindra, Demokrat, PKS dan Nasdem. Sementara PAN elektabilitasnya sekitar 1,4 persen dan disusul partai- partai lainnya, termasuk partai baru partai Ummat masih dibawah 1 persen.

Komentar

BACA JUGA