oleh

Kia, Pemuda Asli Pagaralam ini Ingin Berkontribusi Bangun Kota Asal

RAKYATEMPATLAWANG.COM – Pada puncak pengukuhan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pagaralam, Masa Khidmat 2020-2025, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan, KH Amiruddin Nahrawi atau Cak Amir, mengajak ikut serta Tokoh Pemuda Pagaralam, Kiagus Firdaus, kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Cak Amir pun memperkenalkan Kia di hadapan ratusan warga NU Kota Pagaralam. Ditemui wartawan koran ini, Kia, sapaan akrab Tokoh Pemuda Pagaralam, Kiagus Firdaus menuturkan bahwa kedatangannya ke Kota Pagaralam untuk menghadiri giat Pengukuhan PCNU Kota Pagaralam bersama Cik Amir.

“Cik Amir ini adalah guru saya. Beliau bersama saya sudah puluhan tahun, bersama Ibu Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim, kami kader NU di Jawa Timur sebagai pusat basis NU, sebagai kader NU dan putra asli Pagaralam saya dipanggil Cak Amir untuk dapat turut berkontribusi di Kota Pagaralam,” ujarnya.

Maka dari itu, kata Kia, pada Sabtu (30/10) dirinya pun diajak Cak Amir untuk mendampinginya ke Pagaralam melantik dan mengukuhkan PCNU Kota Pagaralam, sekaligus memperkenalkan dirinya, dan ada hal-hal yang mungkin bisa dibantu Kia untuk Pagaralam.

“Contohnya, jika kita di NU Surabaya itu ada yang namanya One Pesantren One Produk. Kenapa tidak kita buat di Pagaralam. Pesantren di sini kita latih dengan media enterpreunership yang kita latih untuk membuat produk serta latihan digital marketing, yang pada akhirnya produknya bisa kita pasarkan, baik itu produk kopi, keripik dan lainnya. Artinya, apa yang saya dapatkan di Pulau Jawa dengan dunia digitalisasi dan kompetitor yang kuat dalam dunia enterpreunership itu bisa diterapkan di Kota Pagaralam,” serunya.

Tujuannya sendiri, diakui Kia, tak lain agar pemuda Pagaralam bisa meniru apa yang ada di Pulau Jawa dengan belajar digitalisasi yang kemudian bisa menjadi seorang youtuber, instagramable, jualan online di Tokopedia dan lainnya.

“Potensi di Pagaralam ini banyak sekali. Semisal, saya sendiri tergabung di CEOnya Jawa Timur. Ownernya sendiri Pakuan Grup yang punya Hotel Swiz, yang mereka sangat tertarik untuk membangun itu di Pagaralam, minimal Hotel Bintang 4 di kawasan Gunung Dempo. Dan saya sebagai putera asli Pagaralam tahu sekali potensi Pagaralam,” imbuhnya.

Untuk Pagaralam sendiri, Kia menyebut, bila di daerah Jawa sana seperti Jakarta, itu liburannya ke Bogor dan Bandung, Jawa Timur liburannya ke Batu dan Malang.

“Nah, di Sumsel itu liburannya orang Sumsel ada di Pagaralam. Geografis dan demografis sama persis. Ada gunung, dingin dan sejuk. Bahkan di Pagaralam lebih unggul lagi. Kalau Batu hanya untuk Jawa Timur, kalau Pagaralam diapit 3 Provinsi, Jambi, Bengkulu dan Sumsel,” jelasnya.

Inilah yang menjadi tugas, tambah Kia. Bagi anak muda Pagaralam agar bagaimana potensi wisata ini dapat menarik minat wisatawan berkunjung ke Pagaralam.

“Tidak perlu kita menunggu pemerintah. Kita sendiri harus mempromosikan itu, baik melalui media TikTok, Youtube, Instgram dan lain sebagainya. Kita pamerkan tentang keindahan Gunung Dempo dan sebagainya,” tandasnya. (Rer)

Komentar

BACA JUGA