oleh

Umrah, Kemenag Empat Lawang Tunggu Petunjuk Teknis dari Pemerintah

RAKYATEMPATLAWANG.COM – Pemerintah Indonesia menyambut baik rencana pembukaan ibadah umrah oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan berharap jemaah umrah dari Indonesia dapat melaksanakan ibadah umrah.

Hal ini disampaikan oleh Kankemenag Empat Lawang, DR H Hasanudin melalui Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umrah Kemenag Empat Lawang, Drs H Kgs Mahmuddin.

Dijelaskan Kgs Mahmuddin bahwa Pemerintah saat ini sedang menunggu penjelasan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terkait surat edaran dan kebijakan teknis penyelenggaraan ibadah umrah tahun 1443 H.

“Pemerintah sedang menungggu penjelasan dan kebijakan teknis dari Pemerintah Arab Saudi terkait surat edaran penyelenggaraan umrah tahun 1443 H,” katanya, Minggu (10/10).

Ia juga menambahkan bahwa Kementerian Agama beberapa kali telah melakukankoordinasi bersama Kementerian/Lembaga terkait untuk merespons kebijakan pemerintah Arab Saudi atas dibukanya penyelenggaraan ibadah umrah.

“Kementerian Agama bersama Kementerian/Lembaga terkait penyelenggaraan ibadah umrah segera dan sedang menyiapkan skenario penyelenggraan ibadah umrah pada masa pandemi terkait dengan suspend, karantina, pemeriksaan PCR, dan protokol kesehatan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihanya masih menunggu teknis dari pemerintah terkait keberangkatan umrah. “Yang saat ini, kita masih menunggu teknis dari pemerintah terkait masalah umrah,”bebernya.

Untuk diketahui bahwa, Pemerintah Arab Saudi, melalui nota diplomatik Kedutaan Besar di Jakarta pada 8 Oktober, menyatakan bahwa pelaksanaan ibadah umrah bagi jamaah dari Indonesia kembali dibuka, sebagaimana dikatakan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi.

“Kedutaan telah menerima informasi dari pihak berkompeten di Kerajaan Saudi Arabia perihal pengaturan dimulainya kembali pelaksanaan umrah bagi jamaah umrah Indonesia,” kata Menlu Retno dalam pengarahan pers yang dipantau di Surabaya, Sabtu.

Saat ini sebuah komite khusus di Arab Saudi tengah berupaya untuk meminimalisasi segala hambatan yang dapat menghalangi jamaah umrah Indonesia untuk melakukan ibadah tersebut. Selain itu, Saudi juga mempertimbangkan penetapan masa karantina selama lima hari bagi para jamaah umrah yang tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan.

Kedua negara juga tengah bekerja untuk dapat berbagi informasi terkait latar belakang kesehatan jamaah, guna mempermudah proses masuk ke Arab Saudi.

“Di dalam nota diplomatik tersebut, juga disebutkan bahwa kedua pihak dalam tahap akhir pembahasan mengenai pertukaran link teknis dengan Indonesia yang menjelaskan informasi para pengunjung berkaitan dengan vaksin dan akan memfasilitasi proses masuknya jamaah,” kata Retno.

Kementerian Luar Negeri RI sendiri terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan, beserta otoritas terkait Arab Saudi, mengenai pelaksanaan kebijakan baru pemerintah Saudi tersebut.

“Tentunya kabar baik ini akan kita tindaklanjuti dengan pembahasan secara lebih detail mengenai teknis pelaksanaannya,” ujarnya.

Menlu Retno baru-baru ini bertemu dengan Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di kota New York, Amerika Serikat, pada akhir September lalu. Pada kesempatan tersebut, Retno melobi Arab Saudi agar mengkaji kebijakannya terkait vaksin Covid-19 dan pelaksanaan ibadah umrah bagi calon jamaah asal Tanah Air. Kepada Menlu Saudi, ia juga menjelaskan data dan situasi Covid-19 di Indonesia yang sudah sangat menurun akhir-akhir ini. (Ar

Komentar

BACA JUGA